Cek Data Tunjangan Guru http://223.27.144.198:8000

Tunjangan Guru

Alamat untuk cek data :

Alamat Lengkap pengecekan data Tunjangan Guru   http://223.27.144.198:8000 kemudian di bagi lagi menjadi 5 Sub Bagian  yaitu :

1. Tunjangan Guru : http://223.27.144.198:8000/index.php?ref=3

2. Tunjangan Profesi : http://223.27.144.198:8000/index.php?ref2=7&ref=3

3. Tunjangan Fungsional : http://223.27.144.198:8000/index.php?ref2=8&ref=3

4. Tunjangan Khususu : http://223.27.144.198:8000/index.php?ref2=9&ref=3

5. Bantuan Kualifikasi Akademik : http://223.27.144.198:8000/index.php?ref2=10&ref=3

Data yang Diunggah ke Dapodik Harus Lengkap, Wajar, dan Benar
Jakarta (Dikdas): Tidak tercantumnya nama guru dalam Data Pokok Pendidikan, salah satunya, disebabkan pengisian instrumen data oleh operator sekolah tidak lengkap. Hal demikian diutarakan Supriyatno, S.Pd., M.A, Kepala Sub Bagian Data dan Informasi, Bagian Perencanaan dan Penganggaran, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menanggapi keluhan sejumlah guru yang namanya belum tercantum dalam Dapodik sehingga khawatir tidak dapat tunjangan.

Seharusnya data yang dimasukkan dalam aplikasi Dapodik lengkap. Jangan sampai ada variabel yang kosong dan terlewat diisi. Jika ada satu saja variabel tak diisi, maka data secara keseluruhan tidak bisa diolah. “Misalnya saya mengajar, tapi rombongan belajarnya (rombel) tidak diisi, bagaimana bukti mengajarnya?” ucapnya. 
Data Pokok Pendidikan merupakan program pendataan yang digalang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menjaring tiga entitas data pokok pendidikan di seluruh Indonesia secara individual dan relasional. Tiga entitas data tersebut yaitu peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), dan satuan pendidikan. Penjaringan dilakukan secara daring (dalam jaringan—online). Instrumen pendataan pun dapat diunduh dari laman Dapodik.   

Secara teknis, kepala sekolah mengumpulkan instrumen pendataan terkait siswa, guru, dan sekolah. Data tersebut kemudian diserahkan kepada operator yang bertugas mengunggah data ke sistem Dapodik. “Sistemnya bukan individu guru yang mengisi, tapi operator sekolah. Karena yang punya akses, kan, operator,” jelas Supriyatno.
Dari mekanisme itu, Supriyatno menilai, tidak lengkapnya data yang diunggah ke sistem Dapodik merupakan tanggung jawab kepala sekolah. “Mereka tidak aware terhadap pentingnya data harus lengkap, wajar, dan benar,” tegasnya.

Ia mencontohkan pendataan Dapodik di Kebumen dan Indramayu. Tak ada komplain dari kedua kabupaten tersebut lantaran operator menjalankan tugasnya dengan benar. Maka ia berharap kepala sekolah memberi perhatian lebih kepada operator karena tugas mereka lumayan berat. “Sekolah-sekolah yang perhatian terhadap operatornya, operatornya bekerja dengan tenang. Semua variabel datanya dilengkapi. Mereka mulus saja,” ungkapnya.
Namun Supriyatno menggarisbawahi, aplikasi Dapodik tidak menentukan seorang guru mendapat tunjangan atau tidak, melainkan sekadar menyajikan data secara individual dan terelasi dengan sekolah dan rombongan belajar yang diemban/diampu. Dapodik sekadar bahan mentah yang digunakan Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar untuk menyalurkan tunjangan sesuai kriteria dan aturan yang telah ditentukan. 

Hingga 11 April 2013 pukul 17.00 WIB, pendataan Dapodik telah berjalan 96,5 persen. Dari total 184.498 SD dan SMP di seluruh Indonesia, 178.049 sekolah telah memasukkan datanya dan sekolah yang belum terjaring berjumlah 6.449. Dua provinsi yaitu Kepulauan Bangka Belitung dan D.I. Yogyakarta telah 100 persen tuntas menjaring Dapodik. 
Untuk mengejar ketuntasan pendataan dan meningkatkan kualitas Dapodik, Supriyatno mengerahkan 15 operator pendataan. “Kita banyak fasilitas layanan kepada sekolah agar mereka bisa memperbaiki data secara baik dan cepat,” tegasnya. Fasilitas tersebut di antaranya broadcast, telepon, jejaring sosial Facebook, surat elektronik (email), dan surat pos. Mereka pun siap melayani operator sekolah yang datang ke sekretariat Dapodik.     

Direktur Pembinaan PTK Dikdas Sumarna Surapranata, Ph.D mengatakan, data guru yang mendapatkan tunjangan diambil dari Dapodik. Selain itu, karena pendataan Dapodik belum mencapai 100 persen, maka pendataan dilakukan secara manual. “Yang kita gunakan secara total dengan Dapodik plus manual,” ucapnya.
Pengecekan secara manual dengan menghubungi operator sekolah melalui surat elektronik, pesan layanan singkat, atau surat pos. Pengecekan juga bisa melalui kepala sekolah dan dinas pendidikan setempat.* (Billy Antoro)  
(Dirjen Dikdas)

 

 

 Berita Lainnya

    7 Hal ini mampu merusak sistem metabolisme tubuh

    Beritapilihan.com - Sistem metabolisme diperlukan dalam peningkatan kesehatan tubuh Anda secara keseluruhan. Sistem metabolisme menyangkut dalam hal menjaga kestabilan berat badan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, hingga menyehatkan sistem pencernaan…

    7 Kebiasaan wanita yang sangat disukai pria

    Beritapilihan.com - Wanita memang merupakan makhluk yang sangat mudah dikagumi, setidaknya begitulah menurut para pria. Ketulusan yang selalu terpancar dari setiap hal yang dilakukannya membuat wanita begitu istimewa. Berikut ini adalah 7 kebiasaan wanita…

    5 Hal yang dilakukan wanita ini diam-diam melukai hati pria

    Populerkan.com - Pria boleh jadi tidak sensitif, namun mereka tetaplah manusia. Mereka tetap bisa terluka hanya karena hal-hal kecil yang dilakukan oleh pasangan mereka. Namun karena gengsi, banyak yang tidak mengakui hal tersebut dan selalu memilih…

    Cara alami mengurangi bekas jerawat

    Beritapilihan.com - Bekas luka jerawat di wajah bisa membuat penampilan Anda terlihat kusam. Masalah kulit ini umumnya disebabkan kebiasaan memencet jerawat dan jerawat yang tidak diobati. Meski bekas jerawat tidak mudah dihilangkan, Anda bisa sedikit…

    Busyeeettt ... Wanita Singapura sewa pria Rp 95 juta buat jadi pacar saat Imlek

    Beritapilihan.com - Menyewa seorang pria. Mungkin terdengar aneh. Tapi ini adalah tindakan dilakukan beberapa perempuan Singapura selama perayaan Tahun Baru Imlek untuk menghindari pertanyaan tak terelakkan: Kapan kamu akan hidup mapan? Salah satunya…